DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

PERINGATAN HARI KELUARGA NASIONALKE XXVI TINGKAT PROVINSI SUMATERA BARAT

Admin
Jumat, 19 Juli 2019
887 Dibaca
...

Melalui Peringatan Harganas Kita Wujudkan Keluarga Yang Berketahanan

Oleh:Amril Ausha,S.Sos

(Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Muda)

 

Setiap tanggal 29 Juni kini telah diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Meskipun belum lagi ditetapkan sebagai hari libur. Tahun 2019 ini, peringatan tingkat nasional telah dilaksankan pada tanggal 6 Juli lalu di Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat,  pelaksanaan acara puncak Harganas dilaksanakan pada tanggal 17 Juli yang dipusatkan di GOR Khatib Sulaiman, Banca Laweh, Kota Padang Panjang. Pada kesempatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Sekretaris Utama BKKBN RI, bupati/walikota se Sumatera Barat, unsure muspida dan Penyuluh Keluarga Berencana/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) serta para kader KB yang membuat perayaan peringatan semakin menjadi meriah.

Peringatan Harganas tahun ini mengangkat tagline “Hari Keluarga, Hari Kita Semua, Cinta Keluarga, Cinta yang Terencana”. Dengan demikian, melalui kegiatan ini memberikan pesan akan pentingnya untuk dilakukan berbagai macam upaya guna mewujudkan keluarga yang bahagia, sejahtera dan berkualitas. Dalam sambutannya kota tuan rumah, H. Fadly Amran selaku  Wali Kota Padang Panjang menyampaikan bahwa keluarga merupakan laboratorium terkecil, dimana tempat pertama dan utama dalam pelaksanaan rasa dan perwujudan cita-cita. Seperti memberikan perlindungan, membimbing dan memberdayakan keluarga baik secara sosial, ekonomi dan budaya.

Pada sisi lain, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengungkapkan bahwa keluarga hari ini dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang sangat berat, seperti Narkoba dan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender). Lebih lanjut, Wagub mengatakan bahwa Sumatera Barat memerangi dua penyakit social tersebut,  karena dapat membahayakan tatanan berkehidupan, maka dari itu perlunya upaya dalam ketahanan keluarga yang menjalankan fungsi-fungsinya.

Sekretaris Utama BKKBN, H Nofrijal, MA yang  juga berkesempatan untuk hadir mengatakan bahwa melalui momentum  Harganas kita bangkitkan ketangguhan dan kemandirian keluarga. Hal ini sejalan dengan amanah yang diemban BKKBN melalui UU No 52 Tahun 2009 yang memberikan tugas BKKBN tidak hanya mengatur jarak kelahiran, tetapi juga berkaitan dengan pembangunan keluarga. Salah satunnya adalah peningkatan kualitas keluarga.

Pada tahun ini, diantara program BKKBN untuk peningkatan kualitas keluarga adalah melalui Gerakan Kembali ke Meja Makan. Melalui gerakan ini diharapkan keluarga kembali berkumpul dan terjadinya interaksi sesame anggota keluarga sehingga persoalan atau permasalahan yang muncul dapat didiskusikan dan dipecahkan secara bersama. Gerakan kembali ke meja makan tersebut bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang berketahan. Adapun empat pendekatan yang dilakukan adalah; Pertama, keluarga berkumpul bersama anggota keluarga, minimal satu kali dalam sehari. Dengan adanya pertemuan semua anggota keluarga ,maka akan terjadi komunikasi face to face yang dapat menguat kan ikatan emosional. Kedua, keluarga melakukan interaksi. Melalui gerakan kembali ke meja makan, diharapkan antara anggota keluarga akan berkomunikasi, sehingga dapat saling bertukar pikiran, berdiskusi atau sekedar bercengkrama, termasuk mengetahui hingga memecahkan persoalan-persoalan yang mungkin saja ada dihadapi oleh anggota keluarga. Dengan demikian, keluarga menjadi tempat bermuaranya romantika kehidupan. Ketiga, keluarga menjadi berdaya. Melalui meja makan, memungkinkan anggota keluarga dapat menggali potensi masing-masing anggotanya, sehingga dapat memberdayakan potensi yang dimiliki. Keempat, keluarga tempat melahirkan rasa kepedulian. Melalui pendekatan ini diharapkan akan muncul rasa untuk dapat berempati dan mau untuk berbagi antar sesama manusia, baik secara sosial,maupun di lingkungan alam sekitar.

Melalui empat pendekatan ini diharapkan dapat terwujud keluarga yang berketahanan, ditengah pesatnya berkembangan teknologi informasi. Seperti penggunaan handphone/gadget yang sudah sampai ke semua lapisan masyarakat yang seringkali dapat menghambat dan memutuskan interaksi yang melibatkan emosi dan sisi kemanusiaan. Melalui peringatan Harganas ini, semoga saja dapat meningkatkan kesadaran dan peran serta setiap anggota masyarakat tentang pentingnya keluarga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara guna memanfaatkan Bonus Demografi dan menuju Indonesia emas 2045 nantinya. Semoga saja dengan memasyarakatkan Hari Keluarga Nasional, akan semakin merasakan bahwa Hari Keluarga adalah Hari Kita Semua.

share Bagikan berita
facebook Facebook
whatsapp Whatsapp
twitter Twitter
`

Feedback